MENDAKI GUNUNG SINAI


Berada di Puncak Gunung Sinai bersama suami bagaikan mujisat. Doc 2004


Gunung Sinai di mana ?
      Bagi yang pernah menonton film The Ten Commens Man dan yang suka membaca Alkitab terutama Kitab Perjanjian Lama ,khususnya  Kitab Keluaran pasti ingat cerita tentang Musa yang membawa 2 juta bangsa  Israel keluar dari Mesir. Karena selama 400 tahun mereka menjadi budak dan ditindas di Negeri itu. Karena jumlah mereka banyak dan melebihi jumlah orang Mesir sehingga ada rasa ketakutan bagi orang mesir dan  merekapun  menindas orang Israel dan menjadikan mereka budak bangsa Mesir. Tuhan mengirim Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan dalam perjalanan selama 40 tahun berputar – putar di tanah Mesir suatu hari Musa naik Gunung Sinai berdoa Keluaran pasal 19 , disana dia bertemu dengan Tuhan dan memberikan Loh Batu berisikan  “ SEPULUH PERINTAH TUHAN “. Keluaran Pasal 20 : 1-17  . Adapun ke 10 Firman Tuhan itu adalah : 1. Jangan ada padamu Allah lain di hadapan –Ku , 2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun juga dan jangan sujud  menyembahnya,3.Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan. 4. Kuduskanlah Hari Sabat, 5. Hormatilah ayah dan ibumu, 6. Jangan membunuh,7 Jangan berzinah , 8. Jangan mencuri, 9. Jangan mengucapkan saksi dusta , 10 Jangan mengingini milik sesamamu mengingini rumah sesamamu , jangan menginginkan isterinya.
      Ketika menyebut nama Mesir kita pasti ingat akan Firaun raja nya dimana Musa pernah tinggal di dalam istananya. Musa lahir ketika pembataian bayi laki2 Israel secara besar2an dibunuh atas perintah Firaun , namun ibunya Musa secara arif dan bijaksana membungkus bayi Musa dengan kain Yahudi meletakkan Musa di dalam keranjang dan menghanyutkannya di sungai supaya tidak di bunuh. Beruntung puteri Firaun yang sedang mandi bersama dayang2nya mengambil keranjang itu dan menyelamatkan bayi Musa membawa pulang serta mengakuinya sebagai anaknya sendiri. Demikianlah Musa yang elok parasnya tinggal dan besar didalam istana Firaun sampai dewasa.
      Mesir banyak  sekali di sebut di dalam Alkitab sejak kitab Kejadian dari Perjanjian Lama  hingga ke Jaman Yesus di lahirkan  di dalam Perjanjian Baru nama Mesir selalu disebut , nama yang  merupakan  satu peradaban dunia paling tua.  Dan kitapun sejak  dulu  selalu di suguhkan berita  Koran dan televisi  tentang perang Mesir dan Israel yang seakan –akan tidak pernah berhenti, sebelum ada perdamaian dengan presiden Mesir Anwar Sadat di tahun 1979 . Mesir  termasuk  kelompok Negara Afrika tepatnya Afrika Utara.
      Setelah tiba di Cairo ibukota Negara Mesir , kami dibawa makan malam di atas kapal mengarungi Sungai Nil sambil menyaksikan tarian . Malamnya  jam 2 pagi tanggal 2 Oktober 2004 kami di bangunkan untuk doa pagi, kemudian melanjutkan perjalanan mendaki Gunung  Sinai bersama semua rombongan untuk menapak tilas mengunjungi tempat di mana Nabi  Musa menerima 10 Perintah Tuhan. Inilah perjalannan yang terasa paling  lama dan menyeramkan buatku selama tour setelah selama kurang lebih dua jam berjalan mendaki Gunung Sinai dengan naik onta , kakiku terasa sangat cape dan pegal karna harus tergantung  sebab tidak boleh menyandarkan kaki di tubuh onta . Kiri kanan jalan terasa sangat curam dan gelap cuma ada lampu senter di tangan itupun kalau di perlukan baru boleh di nyalakan  , hanya percaya kepada onta dan orang Beduin yang berjalan di depan onta tersebut sambil menarik tali kekangnya. Aku beriringan jalan dengan suamiku Laden Mering  dengan onta yang lain mungkin lebih dari dua jam perjalan  kita tidak tahu apa- apa tentang jalan kecuali ikut saja kemana onta membawa pergi.  Saat inilah  aku berdoa hampir sepanjang perjalanan menuju puncak .  Hati terasa sangat lega ketika sampai di tempat dimana onta-onta berhenti  dan turun dari onta dengan selamat.

Onta satu2nya binatang penolong yang dapat dikendarai menuju puncak Gunung Sinai
Sebagai mata pencaharian Suku Baduin .

       Perjalanan menuju  puncak belum berakhir karena masih di lanjutkan lagi dengan berjalan kaki mendaki melalui 750 anak tangga tanah sampai ke puncak Gunung Sinai
Di mana ada gereja kecil di sana, mungkin sampai 3 jam karena kita harus selalu berhenti untuk istirahat dan menarik nafas panjang  dimana nafas terasa masuk ke mulut dan  telinga.  Kiri kanan jalan banyak orang Beduin menawarkan bantuan untuk naik ...help...help katanya dan ujung- ujungnya dia bilang ten dollars ..ten dollars .. Kelelahan dengan napas yang terengah – engah,  sambil beberapa kali  berhenti  diperjalanan, pelan tetapi pasti akhirnya kami semua tiba juga di puncak dengan rasa haru penuh syukur kami luapkan dengan menangis dan berdoa.

            Setelah semua  tiba di Puncak kami berdoa bersama –sama mengucap syukur  atas berkat dan pengasihan Tuhan di mana sesuatu yang tidak pernah ku impikan boleh ku alami “ mendaki Gunung Sinai “ dan tiba di puncaknya  sesuatu yang luar biasa buatku,  sesuatu yang aku pikir hanya ku lihat di dalam ceritera –ceritera Film dan Alkitab saja.  Bagiku ini Mujizat . Bagaimana mungkin aku sanggup menaiki gunung ini sampai ke puncak sedangkan aku tidak pernah memimpikannya , secara fisik aku tidak berolah raga tetapi Tuhan memampukan aku sampai di puncaknya demi melihat keindahan dan keajaiban ciptaan Tuhan

              Sejauh mata memandang dari puncak Gunung Sinai , yang terlhat hanya gunung – gunung dan bukit-bukit  batu berwarna agak kecoklatan tampak indah. Tidak Nampak daun hijau atau pohon yang tumbuh disana , semua batu yang tandus tanpa warna hijau sedikitpun, namun tetap terlihat indah. Berbeda sekali dengan pemandangan yang ada di pulau Kalimantan yang sejauh mata memandang masih terlihat hijau meskipun belakangan ini hutan – hutannya sudah banyak yang berlobang  seperti danau bekas galian tambang batu bara . Juga pohon-pohonya sudah banyak yang di tebang oleh para pengusaha kayu. Tetapi dulunya di Jaman Musa pasti juga banyak pohon di sini dan sebaliknya mungkin saja suatu hari Kalimantanpun akan tandus seperti Gunung Sinai ini kalau pemerintah tidak mengantisipasinya sejak sekarang ini.   Di tempat inilah Musa bertemu dengan Tuhan untuk kesekian kalinya.
 
                               Berfoto sejenak dengan latar belakang pyramida di Mesei

      Kami menuruni Gunung Sinai dengan beberapa orang dari rombongan berjalan kaki menuju ke kaki bukit. Pagi hari panas segera terik dan bukit – bukit terjal itu terlihat menakutkan karena ada banyak jurang – jurang yang mungkin saja kita bisa jatuh apabila onta yang membawa kita tidak tahu dan tidak melihat jalannya di malam hari. Beberapa kali kami duduk beristirahat sambil memandang keindahan yang berbeda karena tidak ada hijau daun sama sekali.
Bersama Bapak2 Pendeta kami menuruni Gunung Sinai dan beristirahat tanpa perlindungan
satupunpohon, langsung kena terik matahari pagi .
      Piramida Giza merupakan Sphinx Agung di Giza terbesar panjang 73.5 meter, lebar 6 meter dan tinggi 20 meter,tempat penyimpanan jasad- jasad para raja dan keluarganya.  Konon cerita Raja Tutankhamun yang memerintah  pada  tahun 1354 – 1345 sebelum masehi membawa harta karunnya bersama dirinya kedalam kuburnya berupa  perhiasan , tempat tidur dari emas , anjing , ular cobra , kereta , tempat duduk atau tahta  serta barang – barang lainnya yang terbuat dari emas murni.



FOTO depan Spinx Agung di Giza 2004
 Ribuan Tahun yang lalu Tuhan melalui Nabi Musa telah menyiapkan dollar bagi Negara Mesir melalui wisata Rohani di tempat gersang dan tandus ini namun keramat dan bersejarah di mana Tuhan memberi 10 Perintah ( The Ten Comments Man )



0 Response to "MENDAKI GUNUNG SINAI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel